Rindu memagut kalbu
Ketika waktu membuangku dalam kesepian
Sedang jiwa resah dalam penantian
Ketika itu...
Sepasang lumba-lumba tengah bercumbu
Bermesra'an diriak gelombang
Sekumpulan camar bertebaran
Bertengger diatas tiang-tiang kapal
Ku pinjam saja sayap nya
Dan akupun terbang dalam khayalan
Menyusuri lautan melintasi pulau-pulau sunyi
Letih menahan sudah
Kulipatlah sayap-sayap putih
Dan bersandar diatas batu karang
Putri-putri lautan bangkit dari kedalaman
Bagai anak-anak manja
Riang mengibas ekor nya, diantara buih-buih yg tersepuh cahaya purnama
Aku bisikan syair cinta
Aku bernyanyi lagu rindu
Aku iramakan hati yg pilu
Aku pentaskan tarian jiwa yg resah
Aku kabarkan bahwa rasa seolah tak tertahankan
Tapi tak mampu aku bertemu
Sebab ini perjanjian antara aku dan sang waktu
Seperti khusyuk mereka mendengarkan
Namun tak terdengar komentar
Angin hanya membisu
Purnama pun tak mampu berkabar rindu
Tinggalah aku dalam keluh kesahku
Tak ada sesiapa untuk kutitipkan
Keagungan rindu yg mendalam
Juga cinta... yang terukir cantik di kaki langit.
Puisi kehidupan, Puisi cinta, Puisi romantis, Puisi kerinduan, Puisi sedih, Puisi sahabat, Puisi pendek
Subscribe to:
Comments (Atom)
AKU AKAN MENUNGGU
*Kahlil Gibran* Aku akan menunggu aku ingin segera memelukmu Bawa tuk menemani langkahku Tapi tidak tepat untukku Dan apakah aku akan memaks...
-
Jgn mnangis cinta ku Sebab aq tak lg bsa mngusap air matamu Jgn brsedih sayang ku Sebab aq tak mampu lg tuk m'melukmu Jgn mnangis.....
-
Cinta adalah kemabukan Cinta membuat hilang kesadaran meski tanpa arak dan zat yang yang memabukan Sungguh bukanlah itu semua yang menggugah...
-
Hasrat sebuah alur kerinduan menetes Dari langit langit mata yang merembes Bukan... Bukan petualangan Ini baru awal dari perjalana...